Posted by : Nurhadi Prayogi 20 June 2011

 IBU


Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu



 SETEGUH JIWA PRAMUKA




Wahai kau pramuka, 
wahai kau para penegak.. 
Jadikan merah putih yg melingkar di lehermu suatu prhiasan kehormatn. 
Wahai kau para bantara-bantara.. 
Jadikn kau penjaga dan pengabdi yg setia pd dasa dharma dan try satya.
























SEMANGAT



Kehidupan seseorang tak selamanya akan slalu di atur. 
Maka dari segeralah untk bersyukur kepada sang pencipta.
Kebijakan dalam mengambil langkah yang lebih jauh haruslah kita pertimbangkan dulu sebelum semuanya akan terlambat.
Karna semua ini yg membedakan manusia dengan binatang adalah akal pikirannya jadi gunakanlah. 
Akal mu untuk tidak menyesat.
Dan jangan terlalu banyak berharap jalani saja apa adanya. 
hadapi semua yang ada berfikirlah untuk lebih dewasa. 
Semakin usia kita bertambah maka semakin dekat umur kita dgn kematian. Syujudlah dengan hati yang ikhlas.
Pasrahkan diri kita kepada Yang Maha Kuasa.....






 AYU WAJAHMU

Cepat benar engkau begini
Hujan masih belum berhenti
patah kena soalan ku tadi
hatimu terus segini ...

sebagai kekasihmu
layak aku bertanya
sebuah mana cintamu
tiadakah insan lain di hatimu
selain aku

sayang bukannya sehari dua
percintaan kita ini
janji pun sudah di pati
sayang jangan ikut perasaan
mana jangan disimpan
ku hanya ingin menduga dan kini
aku tahu satu kekasih mu
hanyalah aku

marilah kasih .....
aku dendangkan
lagu yang pernah
muncul di hatimu
kemarilah kasih
biar kusimpan api kemarahan
yang membakar di benakmu


terpaksa ku berlari
ungkapmu hari pergi
akan ku belai rambutmu yang basah
kasih terserah ayu nya wajahmu
walaupun marah

- Copyright © Nurhadi Prayogi - Powered by Blogger - Designed by Nurhadi Prayogi -