Posted by : Nurhadi Prayogi 24 April 2012


Menyoroti peristiwa yang baru-baru ini terjadi — mengenai “Everybody draw Muhammad day” di Facebook — sungguh hati saya begitu sakit, sebagai umat Islam tentunya.
rights vs respondsibilities
Saya bukanlah seorang ekstrimis, bukan ahli agama, bahkan bisa dibilang ilmu saya mengenai Agama Islam masih sedikit. Tapi saya tahu betul, bahwa menggambarkan sosok seorang Nabi adalah terlarang dalam ajaran Islam.

Mereka beralasan bahwa itu adalah hak mereka untuk menggambarkan apapun yang mereka mau. C’mon, itu adalah alasan klasik. Ini bukanlah soal “kebebasan berpendapat”. Mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu terlarang dalam Islam, mereka juga tahu bahwa hal tersebut menyakiti umat Islam, mereka pun telah diperingatkan untuk tidak melakukan hal tersebut — paling tidak jangan publikasikan hal tersebut di depan umat Islam atau publik. Namun, mereka tetap lakukan…lakukan…dan melakukannya lagi, dengan alasan yang sama: “kebebasan berpendapat”.

Saya tidak akan berbicara banyak soal agama, yang mungkin agak sedikit sensitif. Yang ingin saya soroti adalah: “Apakah kebebasan berpendapat itu segalanya?” Bisakah ia dijadikan landasan untuk setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang manusia?

Sungguh, ingin rasanya saya melakukan sesuatu, ingin rasanya saya bisa melakukan sebuah perubahan. Bisakah saya melakukannya? Mungkin tidak, saya hanyalah orang kecil biasa. Namun, “bisakah kita melakukannya?” Ya!!

Sebagian besar dari kita masih percaya dan terbengkalai akan muslihat di balik “kebebasan berpendapat”. Sudah saatnya kita membuka mata kita. Sudah saatnya tidak semua hal yang kita lihat, dengar, atau rasakan kita terima. Sudah saatnya tidak semua hal yang nge-trend kita ikuti, kita contoh, kita contek. Kita masih lemah, terlalu mudah untuk diprovokasi, terlalu mudah untuk diiming-imingi, terlalu mudah untuk “diracuni”. Sudah saatnya kita melihat apa yang sebenarnya ada dibalik suatu hal.

Karena tidak semua daun berwarna hijau. Banyak hal yang kita lihat, namun sebenarnya tidak ada. Dan banyak hal yang sebenarnya ada, namun kita tidak melihatnya.


Dokumen ini tidak pernah dimaksudkan untuk menyerang suatu kaum tertentu.

- Copyright © Nurhadi Prayogi - Powered by Blogger - Designed by Nurhadi Prayogi -