Posted by : Nurhadi Prayogi 21 April 2012


Semoga kita selalu ingat.  Banyak anugerah dari Allah Swt yang bisa kita rasakan setiap waktu.  Baik berupa waktu, harta benda, ketenangan hati dan fikiran, maupun berbagai anugerah lainnya, yang kadang kita lupa.  Udara sejuk yang kita hirup setiap pagi, menjelang subuh sampai esok subuh kembali menyapa, atau hangatnya mentari pagi yang bersinar menerangi siang yang kita ada didalamnya, ataupun indahnya rembulan di malam hari yang memberikan sapaan pada kita ketika kita menyempatkan diri untuk menengadahkan kepala kita ke langit untuk memandangnya.  Apalagi nikmatnya memandang bintang yang mengedipkan matanya pada kita setiap malam yang cerah (kalau mendung, bintang tidak akan  bisa kita lihat jelas), maupun semilir angin yang sepoi menyapu wajah kita di terik panas siang hari atau dinginnya yang menusuk ke tulang ketika malam menemani.  Semua itu anugerah dari Allah yang kadang kita lupa.  Tapi, semoga sering kita ingat daripada lupa pada anugerah-anugerah tersebut.

Apalagi, anugerah pancaindera yang selalu menyertai kita setiap saat.  Mata yang bisa melihat keindahan alam, memandang kecantikan wajah insan ciptaanNya, melihat perarakan awan di siang hari, Subhanallah,. Indera pendengaran yang jelas menangkap setiap suara yang datang ke daun telinga dan disampaikan ke gendang telinga, sehingga kita bisa menikmati gemericik air terjun yang jatuh menimpa bebetuan, mendengarkan musik alam yang selalu bersenandung menyampaikan kerinduannya pada Sang Pencipta, Allah Swt.  Anugerah indera perasa  yang bisa mengecap manisnya iman yang ada di dalam hati,  saat kalimat-kalimat dzikir di ucap oleh lidah, saat dinginnya wudhu’ di tengah malam menusuk ke persendian, ketika semua itu terasa sebagai anugerah.  Subhanallah.

Lalu, nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang kamu dustakan? (Q.S Ar Rahman) Padahal, semua anugerah itu diberikan cuma-cuma, gratis, tanpa kita harus membayarnya.  Alhamdulillah.

Sungguh Allah begitu Penyayang, tak bisa diungkapkan betapa syukur itu semakin dalam, 1kepinghati juga adalah anugerah Allah yang harus selalu kita jaga, agar 1kepinghati terus ingat padaNya, menyapaNya, memujiNya, menunjukkan kerinduan yang semakin dalam padaNya, berharap bertemu denganNya, dalam kebeningan yang tak ada noda lagi.

Bukankah setiap anugerah itu akan dipertanggungjawabkan kembali?  Lalu apa yang 1kepinghati kita katakan pada detik ini?  Ini juga akan dipertanggungjawabkan.  Semuanya akan terekam jelas, diputar lagi nanti di hari yang telah ditentukan, yang 1kepinghati juga tidak tahu, kapan waktu itu akan datang.

Yaa Allah,

Bantu kami menjaga 1kepinghati ini agar pada saatnya nanti kembali padaMu, Engkau senang menatapnya, Engkau suka padanya, Engkau juga merindukannya, seperti rindu 1kepinghati padaMu saat ini, sampai nanti kita bertemu.

Aamiin Yaa Robbal’aalamiin.

- Copyright © Nurhadi Prayogi - Powered by Blogger - Designed by Nurhadi Prayogi -